Andrzej Duda (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

WARSAWA, iNews.id - Presiden Polandia Andrzej Duda menjadi korban telepon prank oleh duo komedian Rusia, Vovan dan Lexus. Keduanya berpura-pura menjadi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menelepon Duda pada malam saat rudal menghantam wilayahnya dekat perbatasan dengan Ukraina.

Rekaman perbincangan Duda dengan duo prankster selama 7,5 menit itu diunggah ke media sosial. Duda berbicara dalam bahasa Inggris dengan Macron jadi-jadian yang juga berusaha berbicara dengan aksen Prancis. 

"Emmanuel, percayalah, saya ekstra hati-hati. Saya tidak ingin berperang dengan Rusia dan percayalah, saya ekstra hati-hati, ekstra hati-hati," kata Duda, kepada sang penipu, seperti dilaporkan kembali Reuters, Selasa (22/11/2022).

Setelah itu itu kantor kepresidenan Polandia mengunggah pernyataan di Twitter bahwa Duda sudah mengetahui pelaku bukanlah Macron. Duda langsung menghentikan pembicaraan begitu menyadari dirinya menjadi korban prank. Saat itu Macron berada di Indonesia mengikuti KTT G20.

"Setelah ledakan rudal di Przewodow, dalam panggilan telepon yang sedang berlangsung dengan kepala negara dan pemerintahan, seseorang mengaku sebagai Presiden Prancis Emmanuel Macron terhubung. Selama panggilan telepon, Presiden Andrzej Duda menyadari, dari cara yang tidak biasa lawan bicara melakukan percakapan mungkin ada upaya upaya tipuan kemudian mengakhiri percakapan," bunyi pernyataan.

Kantor kepresidenan sedang menyelidiki bagaimana pelaku bisa mengakses telepon Duda.

Ini merupakan kali kedua Duda menjadi korban prank Vovan dan Lexus. Pada 2020 mereka menelepon Duda berpura-pura menjadi Sekjen PBB Antonio Guterres.

Vovan dan Lexus merupakan prankster terkenak asal Rusia yang memilih korban para pesohor dunia. Mereka berhasil menipu Macron, bintang pop Inggris Elton John, hingga Boris Johnson.



Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT