“Kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras agresi AS dan Israel, yang melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran, merusak fondasi perdamaian dan keamanan regional, serta meningkatkan ketidakstabilan di kancah internasional,” ujarnya.
Menurut juru bicara tersebut, serangan AS-Israel terhadap Iran seharusnya mendapat kecaman luas dari komunitas internasional karena dinilai merusak sistem politik serta integritas teritorial sebuah negara.
Dalam pernyataan sebelumnya, Korea Utara bahkan menyebut serangan militer AS-Israel terhadap Iran sebagai perilaku “gangster” di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memantau langsung uji tembak rudal jelajah strategis dari kapal perang destroyer terbaru Korut, Choe Hyon.
Dalam sambutannya, Kim menekankan pentingnya tugas strategis untuk mempertahankan sekaligus memperluas kemampuan penangkal perang nuklir yang kuat dan andal.
Peluncuran rudal dari kapal Choe Hyon tersebut merupakan yang kedua dilakukan dari destroyer terbesar Korea Utara itu dengan pengawasan langsung Kim Jong Un.