Elon Musk Ngotot Desak Trump Buka Berkas Kasus Jeffrey Epstein, Ada Apa?

Anton Suhartono
Elon Musk mengulangi kembali seruannya, mendesak Presiden Donald Trump untuk membuka dokumen kasus mendiang Jeffrey Epstein (Foto: CNN)

FBI dan Departemen Kehakiman AS sebelumnya merilis pernyataan bersama yang menyebutkan, Epstein tidak memeras orang-orang berpengaruh dan tidak memiliki "daftar klien". 

Namun dalam wawancara dengan Fox News pada Februari, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan daftar tersebut ada di mejanya dan menunggu untuk ditinjau. Namun pada Selasa lalu Bondi meluruskan pernyataan sebelumnya bahwa yang dia maksud bukan daftar klien, melainkan dokumen terkait kasus tersebut.

Epstein didakwa atas perdagangan anak di bawah umur untuk tujuan eksploitasi seksual pada 2019, kejahatan yang dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun. Dakwaan lain dia dituduh berkonspirasi untuk terlibat dalam perdagangan anak dengan ancaman hukuman penjara hingga 5 tahun. 

Menurut jaksa, pada periode 2002 hingga 2005, Epstein terlibat dalam hubungan seksual dengan puluhan anak perempuan di bawah umur yang dia tampung di kediamannya di New York dan Florida. Dia membayar mereka dengan uang tunai ratusan dolar AS. Setelah itu dia memanfaatkan para korban untuk merekrut korban baru, beberapa di antaranya berusia 14 tahun.

Pada awal 2019, pengadilan Manhattan di Kota New York, setelah mendengarkan dakwaan Epstein, memutuskan bahwa dia tetap ditahan dan tidak dibebaskan dengan jaminan. Namun pada akhir Juli tahun yang sama, Epstein ditemukan di sel dalam kondisi setengah sadar hingga kemudian dinyatakan meninggal. Penyelidikan mengungkapkan bahwa dia bunuh diri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Senat AS Sahkan Resolusi Larang Trump Serang Venezuela Lagi

Internasional
1 hari lalu

Trump Ungkit Hadiah Nobel Perdamaian Lagi, Sebut Norwegia Bodoh

Internasional
1 hari lalu

Demonstrasi Rusuh di Iran, 38 Orang Tewas

Internasional
1 hari lalu

Sampai Kapan Amerika Kendalikan Venezuela? Ini Jawaban Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal