Erdogan dan Putin Sepakati Gencatan Senjata, Kondisi di Suriah Mulai Tenang

Nathania Riris Michico
Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjabat tangan di akhir pernyataan pers bersama setelah pembicaraan di Kremlin di Moskow, 5 Maret 2020. (FOTO: Pavel Golovkin / POOL / AFP)

HAMA, iNews.id - Rusia dan Turki menyepakati gencatan senjata di Suriah. Gencatan senjata itu mulai berlaku pada tengah malam, Jumat (6/3/2020), dalam upaya menghentikan pertempuran sengit di Idlib yang memicu bencana kemanusiaan dan menimbulkan kekhawatiran bentrokan antara tentara.

Namun, beberapa menit sebelum gencatan senjata akan diberlakukan, pengeboman masih terus berlanjut, menurut Lembaga Observatorium HAM Suriah.

"Namun ada tembakan artileri oleh pasukan rezim Suriah pada posisi kelompok pemberontak di daerah-daerah yang dikendalikan oleh jihadis di bagian Aleppo dan Hama yang berbatasan dengan provinsi Idlib di Suriah barat laut."

Menurut AFP, setelah gencatan senjata di Suriah diberlakukan, kondisi relatif tenang. Ketenangan dilaporkan terjadi di sekitar wilayah di Idlib yang hancur akibat konflik tak lama setelah gencatan senjata diberlakukan.

Lembaga Observatorium HAM Suriah yang berbasis di Inggris itu juga menyebut, serangan udara Rusia dan Suriah terhenti.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Para Ahli dari 5 Negara Kekuatan Nuklir Berkumpul di New York, Bahas Apa?

Nasional
22 jam lalu

ESDM: Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Bukan Cuma untuk BBM, Industri Kebagian

Nasional
24 jam lalu

RI bakal Bentuk BLU untuk Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Nasional
1 hari lalu

RI Sepakat Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal