Erdogan Usulkan Referendum Hak Penggunaan Jilbab di Turki, Ada Apa?

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan (Foto: Reuters)

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengusulkan referendum soal hak penggunaan jilbab bagi Muslimah di tempat tertentu di Turki. Tempat-tempat yang dimaksud adalah layanan publik, sekolah, dan universitas.

Usulan itu disampaikan Erdogan pada Sabtu pekan lalu menjawab tantangan dari tokoh oposisi yang sekeluler Kemal Kilicdaroglu.

Erdogan mengubah beberapa aturan di Turki soal penggunaan jilbab yang tampaknya membuat gerah kalangan ssekuler, termasuk Kilicdaroglu.

"Jika Anda punya keberanian, ayo! Mari kita bawa masalah ini ke referendum, biarkan rakyat yang memutuskan," kata Erdogan, ditujukan kepada Kilicdaroglu, seperti dilaporkan kembali RT.

Kilicdaroglu memang mengusulkan UU yang menjamin hak Muslimah mengenakan jilbab di fasilitas layanan publik. Dia ingin menarik perhatian kalangan Muslimah bahwa partai sekulernya masih memperhatikan hak-hak Muslimah, menjelang pemilu tahun depan. Namun secara umum Kilicdaroglu juga mendukung pelarangan jilbab.

Turki berubah menjadi negara sekuler sejak 1924 menyusul runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah. Sejak itu jilbab tidak dilarang secara resmi di lembaga-lembaga publik sampai akhir 1990-an. 

Pada 2008 partai Erdogan, AK, memperjuangkan ke Mahkamah Konstitusi soal hak penggunaan jilbab, namun ditolak hakim. Perjuangan Erdogan baru berhasil pada 2013 yang mengakhiri pelarangan tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Pasukan Israel Kepung 21 Kapal Armada Gaza Global Sumud Flotilla, 17 Lolos Kabur ke Yunani

Internasional
19 hari lalu

Siswa SMP di Turki Tembaki Teman Sekolah Tewaskan 9 Orang, Motif Masih Misterius

Internasional
19 hari lalu

Siswa SMP Tembaki Teman Tewaskan 9 Orang, Turki Perketat Penjagaan Seluruh Sekolah

Internasional
20 hari lalu

Brutal! Siswa SMP Bawa 5 Senpi Tembaki Teman-Teman Sekolah, 9 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal