MOSKOW, iNews.id - Rusia menepis tuduhan negaranya di balik serangan siber terhadap puluhan supermarket. Serangan itu memicu gangguan terhadap unit pendingin dan freezer supermarket di setidaknya 11 negara Eropa yang menyebabkan daging dan sayuran rusak.
Serangan hacker yang belum teridentifikasi tersebut menyebabkan kerugian sebesar jutaan euro.
Serangkaian serangan menargetkan supermarket di Eropa selama 3 pekan terakhir, hacker mendapat akses ke sistem pendingin di hampir 100 supermarket, di antaranya Belgia, Swedia, Jerman, dan Inggris, menaikkan suhu freezer hingga 55 derajat Celcius.
Para pejabat Uni Eropa menyebut peretasan freezer tersebut sebagai upaya yang disengaja untuk mengganggu jaringan pasokan makanan di benua itu, meski tidak menyalahkan negara maupun kelompok tertentu.
Unggahan kelompok peretas pro-Rusia Noname057(16) dan Z-Pentest Alliance mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber tersebut, memicu spekulasi kemungkinan peran Moskow. Namun beberapa analis mempertanyakan keterlibatan mereka.