Fasilitas Minyak Diserang, Saudi Sebut Senjata yang Digunakan Buatan Iran

Anton Suhartono
Gambar satelit Planet Labs menunjukkan fasilitas minyak Aramco Arab Saudi yang diserang (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi akan mengundang para ahli internasional, termasuk dari PBB, untuk ikut menyelidiki serangan terhadap dua fasilitas minyak Aramco yang terjadi pada Sabtu pekan lalu.

Serangan itu menyebabkan berkurangnya produksi minyak Saudi hingga lebih dari setelah serta mengurangi pasokan minyak mentah dunia sebesar 5 persen.

Dalam keterangannya Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengajak masyarakat internasional untuk mengecam pihak yang berada di balik serangan tersebut.

"Kerajaan mampu mempertahankan tanah dan rakyat serta merespons serangan-serangan tersebut dengan tegas," bunyi pernyataan kemlu Saudi, dikutip dari Reuters, Selasa (17/9/2019).

Penyelidikan awal menunjukkan, senjata buatan Iran digunakan dalam serangan yang terjadi pada dini hari itu. Namun ada dua spekulasi mengenai lokasi asal drone, yakni diterbangkan dari Yaman, sebagaimana diklaim pemberontak Houthi, dan dari wilayah Irak atau Iran, sebagaimana dilaporkan media Kuwait yang menyebut ada drone yang terbang di wilayah udaranya sebelum fajar atau beberapa saat sebelum ledakan di dua kilang Saudi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Korban Tewas Demonstrasi di Iran Jadi 648 Orang termasuk Anak di Bawah Umur

Nasional
11 jam lalu

Pantau Situasi di Iran, Kemlu Pastikan Evakuasi WNI Belum Diperlukan 

Internasional
11 jam lalu

Bela Iran, Rusia Kutuk Intervensi Amerika Cs terkait Demonstrasi Berdarah

Internasional
15 jam lalu

Trump Ancam Kenakan Tarif 25% kepada Negara yang Berbisnis dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal