G7 Setop Impor Emas, Rusia Disebut Bakal Kehilangan Rp282 Triliun Per Tahun

Ahmad Islamy Jamil
Seorang karyawan menyimpan ingot emas murni 99,99 persen yang baru dicor setelah ditimbang di pabrik logam non-ferrous Krastsvetmet, Kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 22 November 2018. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Kelompok Tujuh (G7) diperkirakan mengumumkan larangan impor emas Rusia dalam KTT yang digelar di Jerman, pekan ini. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan, langkah itu bakal membuat Moskow kehilangan pendapatan tahunan hingga belasan miliar dolar AS.

“Baiklah, pertama, mari kita ambil emas. Hal yang baru saja kami umumkan itu adalah ekspor paling menguntungkan kedua yang dimiliki Rusia setelah energi, sekitar 19 miliar dolar AS (Rp282,11 triliun) per tahun,” Blinken kepada CNN, Minggu (26/6/2022). 

“Dan sebagian besar dari (ekspor emas Rusia) itu ada di negara-negara G7, sehingga dengan menghentikannya, akan mengandaskan akses ke pendapatan sekitar 19 miliar dolar per tahun, itu signifikan,” ujar Blinken.

Kemarin, Presiden AS Joe Biden mengungkapkan bahwa G7 berencana untuk melarang impor emas dari Rusia. Langkah tersebut bakal menjadi sanksi terbaru dari kelompok negara-negara ekonomi maju atas operasi militer Moskow di Ukraina.

Sehari sebelumnya, media Inggris dengan mengutip pemerintah setempat juga melaporkan bahwa Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Jepang akan melarang emas yang baru ditambang Rusia. Sanksi tersebut tidak akan memengaruhi ekspor emas Rusia sebelum larangan tersebut berlaku.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
18 jam lalu

Bahlil Ungkap Perbandingan Waktu Impor BBM dari AS dan Timur Tengah: Selisih 20 Hari

Internasional
23 jam lalu

Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak saat Jalankan Misi Serang Iran, 6 Tentara Tewas

Internasional
1 hari lalu

Kapal Induk AS USS Gerald Ford Terbakar saat Jalankan Misi Serang Iran

Nasional
2 hari lalu

Bareskrim Bongkar Kasus Emas Ilegal Rp25,9 Triliun, 3 Orang Jadi Tersangka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal