Tayangan itu juga menyebut orang-orang China rasis, namun Swedia menyambut orang kulit hitam, Arab, Yahudi, bahkan kalangan homoseksual.
Beijing menyebut acara itu menggunakan bahasa vulgar, penuh diskriminasi, prasangka, dan sebagai bentuk provokasi terhadap China. Namun presenter menjawab bahwa acara itu sekadar komedi.
"Karena di Swedia, kami percaya pada prinsip-prinsip nilai manusia universal. Meskipun prinsip ini tidak berlaku untuk orang China," demikian disampaikan narator.
Video berakhir saat pembawa acara mengatakan bahwa Swedia menyambut turis China, tetapi mereka harus menerima konsekuensi dengan dipukuli jika melakukan kesalahan.
Sketsa itu menjadi viral pada di platform berbagi video Youku, setara dengan YouTube.