Dia menyebut ancaman tersebut sebagai bentuk keputusasaan Iran atas tekanan AS.
"Keputusasaan Iran untuk mencapai kesepakatan hanya akan meningkat dengan pemblokadean oleh angkatan laut Presiden Trump yang sangat efektif, mengirim kapal tanker minyak menuju Teluk Amerika yang besar dan indah," kata Leavitt.
Pusat Komando AS (Centcom) mengklaim, selama 48 jam pertama berlakunya blokade terhadap Selat Hormuz, tidak ada kapal yang berhasil melewati armada AS. Ini bertolak belakang dengan berbagai laporan media bahwa puluhan kapal, termasuk tanker China, melointasi Selat Hormuz dengan leluasa.