Kepala staf angkatan bersenjata Israel pada 17 Maret lalu mengungkapkan keyakinannya bahwa Issa terbunuh dalam serangan itu. Dia menyebut Hamas berusaha menyembunyikan kondisi para pejabat senior Hamas.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan, jet-jet tempur menyerang terowongan di Nuseirat di Gaza tengah yang diyakini menjadi tempat persembunyian Issa dan para pejabat senior Al Qassam lainnya.
Sejauh ini belum ada komentar dari Hamas terkait pernyataan Sullivan. Militer Israel juga menolak mengomentari pernyataan penasihat Biden itu.
Jika kabar itu benar, Issa merupakan tokoh paling senior di Brigade Al Qassam yang meninggal sejak perang 7 Oktober. Meski demikian, para pakar yakin kematian satu pemimpin Hamas atau Al Qassam tak akan berpengaruh besar karena sistem kaderisasi di kelompok perlawanan Palestina itu sudah diatur sedemikian rupa sehingga posisi yang ditinggalkan bisa segera terisi.
Sebelumnya, pada 2 Januari 2024, Israel membunuh Wakil Kepala Biro Politik Hamas Saleh Al Arouri di Lebanon. Arouri juga diketahui salah satu pendiri Al Qassam. Saat itu Hamas langsung mengeluarkan pernyataan mengenai meninggalnya Arouri.