Gelombang Covid-19 Landa India gegara Subvarian Arcturus, 40.000 Orang Terpapar dalam Sehari

Anton Suhartono
India mengalami lonjakan kasus Covid-19 dipicu subvarian Arcturus (Foto: ANI via Reuters)

NEW DELHI, iNews.id - India dilanda gelombang baru Covid-19 beberapa pekan belakangan, dipicu subvarian virus Corona Omicron, Arcturus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih memantau perkembangan subvarian ini.

Subvarian Omicron dengan nama XBB116 tersebut pertama kali terdeteksi di India pada akhir Januari. Dia merupakan rekombinan dari dua turunan varian Omicron BA.2 lainnya. Hasil studi laboratorium mengungkap, Arcturus telah meningkatkan infektivitas serta potensi peningkatan patogenisitas, seperti dikutip dari The Straits Times, Jumat (14/4/2023).

Namun untuk gejala, Arcturus memiliki kesamaan dengan varian sebelumnya, seperti demam, sesak napas, dan batuk. Hanya saja banyak dari pasien terinfeksi juga melaporkan konjungtivitis yakni peradangan atau infeksi pada membran luar bola mata dan kelopak mata bagian dalam serta mata lengket.

Studi yang dilakukan Universitas Tokyo menunjukkan, Arcturus hampir 1,2 kali lebih menular daripada XBB15 atau dikenal dengan Kraken, subvarian paling menular hingga saat ini. Namun Arcturus dianggap tidak menyebabkan penyakit tidak lebih parah daripada Kraken.

Nama Arcturus dipopulerkan Vipin Vashishtha, mantan ketua Akademi Pediatri India. Dia menggunakannya sebagai tagar dalam cuitan pada 17 Maret guna memperingatkan kasus baru Covid-19.

Tak heran, Arcturus menjadi pemicu lonjakan kasus Covid-19 di India hingga 13 kali lipat sepanjang Maret. Lonjakan kasus positif memaksa negara itu menggelar latihan guna mengecek apakah sistem kesehatan seperti rumah sakit siap menghadapi lonjakan jumlah kasus.

Data Kementerian Kesehatan India mengungkap, ada 40.215 kasus infeksi Covid-19 sepanjang Rabu (12/4/2023) atau naik 3.122 penderita dibandingkan sehari sebelumnya. Dua negara bagian di India yakni Haryana dan Kerala menerapkan kembali aturan wajib masker di tempat umum.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
19 hari lalu

Terungkap, India "Lindungi" Kapal Perang Iran dari Serangan AS

Health
22 hari lalu

Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Nasional
31 hari lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
31 hari lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal