Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh

Dimas Andhika Fikri
Ribuan warga Prancis rela antre sejak pagi demi mendapatkan pendingin ruangan (AC) portabel berharga murah yang dijual supermarket.  (Foto: Instagram Luc Auffret)

JAKARTA, iNews.id - Gelombang panas kembali melanda Prancis dan memicu kepanikan di tengah masyarakat. Ribuan warga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan pendingin ruangan (AC) portabel berharga murah yang dijual supermarket Lidl, namun keterbatasan stok membuat suasana berubah ricuh hingga polisi turun tangan.

Fenomena tersebut terjadi di sejumlah gerai Lidl di Paris dan wilayah sekitarnya. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan antrean panjang warga yang berharap membawa pulang AC portabel untuk menghadapi suhu udara yang terus meningkat.

Produk yang menjadi incaran dijual mulai 179 euro atau sekitar Rp3,4 juta. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan AC portabel serupa di pasaran yang dapat mencapai 1.200 euro atau sekitar Rp22 juta.

Tak heran, banyak warga rela menunggu berjam-jam sebelum toko dibuka. Namun, harapan mereka pupus setelah mengetahui stok yang tersedia sangat terbatas.

Salah seorang pembeli, Mousa Traore, mengaku telah mengantre lebih dari satu jam. Dia kecewa setelah mengetahui unit AC yang tersedia sudah habis.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Demo Besar-besaran Pelajar di Prancis Ricuh, 1.900 Orang Ditangkap

11 hari lalu

Presiden Macron Ungkap Kondisi Dunia saat Ini: Seperti Kembali ke Hukum Rimba

11 hari lalu

Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier

12 hari lalu

Macron Sindir Trump soal Gaza di Sidang Umum PBB: Ada yang Bilang Perdamaian Telah Dicapai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal