Banyak warga akhirnya memilih pulang tanpa membawa AC setelah melihat panjangnya antrean.
"Saya menyerah. Ini benar-benar gila. Saya bahkan harus memarkir mobil beberapa jalan dari toko dan berjalan kaki. Tapi antreannya sudah sangat panjang. Mustahil mendapatkan AC," kata seorang warga bernama Lolo.
Lonjakan permintaan AC terjadi setelah Prancis baru saja melewati salah satu gelombang panas paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan meningkatnya angka kematian, rumah sakit dipenuhi pasien, sejumlah sekolah ditutup, hingga berbagai festival musik dibatalkan.
Badan meteorologi Prancis juga memperkirakan suhu tinggi akan kembali melanda pada akhir pekan ini. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir menghadapi musim panas yang diprediksi masih berlangsung.
Berbeda dengan negara beriklim tropis, sebagian besar rumah dan sekolah di Prancis selama ini tidak dilengkapi pendingin ruangan karena musim panas biasanya berlangsung relatif sejuk. Namun, perubahan iklim membuat gelombang panas terjadi semakin sering dan lebih ekstrem sehingga kebutuhan terhadap AC meningkat tajam.