Gelombang Panas Tewaskan Hampir 1.500 Orang di Prancis

Nathania Riris Michico
Gelombang panas saat melanda Paris, Prancis. (FOTO: Kenzo Tribouillard/AFP/Getty Images)

PARIS, iNews.id - Gelombang panas yang mencapai rekor pada Juni dan Juli lalu menyebabkan 1.435 orang meninggal dunia di Prancis. Hal itu dilaporkan Menteri Kesehatan Prancis, Agnes Buzyn, Minggu (8/9/2019).

Dalam penuturannya, seperti dilaporkan BBC, Senin (9/9/2019), Buzyn menyebut setengah dari seluruh orang yang meninggal dunia akibat gelombang panas berusia lebih dari 75 tahun.

Namun, menurut Buzyn, jumlah itu lebih rendah 10 kali ketimbang pada 2003 tatkala gelombang panas menerjang Eropa.

Pada Juni lalu, suhu di Prancis mencetak rekor tertinggi, yaitu 46 derajat Celsius. Sebulan kemudian, rekor juga tercapai di Paris ketika suhu menyentuh 42,6 derakat celsius.

Menurut Data Kementerian Kesehatan, sebanyak 567 orang meninggal dunia dalam gelombang panas pertama di Prancis pada 24 Juni hingga 7 Juli. Pada gelombang panas berikutnya, dari 21 hingga 27 Juli, sebanyak 868 orang lainnya meninggal dunia.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Prabowo Dijadwalkan Kembali Kunjungi Prancis Akhir Mei, Ini yang Akan Dibahas  

Nasional
6 hari lalu

Prabowo bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat

Internasional
6 hari lalu

Lagi, Tentara Prancis Personel UNIFIL di Lebanon Tewas

Internasional
8 hari lalu

UNIFIL Beri Penghormatan ke Prajurit Prancis yang Gugur di Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal