Gelombang Panas Tewaskan Hampir 1.500 Orang di Prancis

Nathania Riris Michico
Gelombang panas saat melanda Paris, Prancis. (FOTO: Kenzo Tribouillard/AFP/Getty Images)

Menurut Buzyn, sebanyak 10 orang meninggal saat berada di tempat kerja.

Saat musim panas berlangsung, peringatan merah—kategori peringatan paling parah—dikeluarkan di beberapa daerah di Prancis.

Pada masa itu, banyak acara sekolah dan acara umum dibatalkan guna meminimalkan paparan suhu panas terhadap masyarakat.

Di beberapa kota, taman-taman dan kolam renang tetap dibuka untuk membantu orang-orang menyejukkan tubuh mereka.

Pemerintah kota Paris bahkan membentuk jalur telepon darurat dan menyediakan "ruang-ruang dingin" di sejumlah gedung pemerintah.

Gelombang panas serupa memicu kebakaran hutan dan lahan di Spanyol, khususnya daerah Catalan yang mengalami kebakaran terparah dalam 20 tahun.

Suhu panas juga mencapai rekor di berbagai negara Eropa, termasuk Inggris, Belgia, Jerman, Luksemburg, dan Belanda.

Negara-negara yang disebutkan belum merilis data resmi jumlah korban meninggal dunia akibat gelombang panas tahun ini.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Belasan Ribu Polisi Prancis Demonstrasi, Tuntut Kenaikan Gaji

6 hari lalu

Prancis dan Kanada Ikut Tekan Israel, Netanyahu Siapkan Balasan Diplomatik

9 hari lalu

Geger! Karya Seni Rp151 Miliar Dicuri dari Museum Prancis

10 hari lalu

Thailand Deportasi Warga Prancis Cekcok dengan Turis Israel, Sempat Kibarkan Bendera Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal