Lebih dari 5.000 personel dari tiga wilayah setempat telah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan. Bantuan yang dikirim ke lokasi bencana mencakup 2.000 unit hunian prefabrikasi, sekitar 3.400 tenda, 2.000 tempat tidur lipat, serta berbagai perlengkapan, termasuk senter dan pakaian musim dingin.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada Kamis pukul 22.33 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar 191 kilometer di sebelah timur-timur laut Nagqu, dengan kedalaman 18 kilometer.
USGS juga mencatat sedikitnya tujuh gempa susulan dengan magnitudo antara 4,3 hingga 5,2. Seluruh gempa susulan tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Dampak gempa turut mengganggu infrastruktur dan akses transportasi. Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak sempat terputus. Otoritas kereta api setempat juga menghentikan perjalanan kereta yang melintasi kawasan tersebut sebagai langkah darurat.
Selain itu, tanah longsor batu memaksa pihak berwenang menutup sebagian Jalan Raya Nasional 317. Jalur tersebut hanya dibuka bagi kendaraan darurat, tim penyelamat, dan kendaraan resmi, sementara petugas berupaya membersihkan material longsor.
Kondisi cuaca juga menjadi perhatian dalam proses evakuasi dan penanganan korban. Xinhua melaporkan salju diperkirakan turun sesekali di wilayah terdampak selama tiga hari ke depan.
Di tengah ancaman gempa susulan, suhu dingin, dan potensi longsor, tim penyelamat terus menyisir permukiman untuk mencari korban serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Instruksi Xi Jinping menempatkan operasi penyelamatan dan bantuan medis sebagai prioritas pemerintah China dalam menangani bencana tersebut.