Kepala badan penanggulangan bencana Sarangani, Rene Punzalan, mengatakan tim masih melakukan asesmen kerusakan. Hingga kini belum ada laporan mengenai bangunan yang roboh.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memastikan pemerintah pusat bergerak cepat untuk mengoordinasikan penanganan bencana di wilayah terdampak.
"Pemerintah nasional bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," kata Marcos dalam pernyataan resminya, dikutip dari The Straits Times, Senin (8/6/2026).
Badan Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) memperingatkan potensi kerusakan akibat gempa serta kemungkinan gelombang tsunami dengan ketinggian lebih dari satu meter yang dapat berlangsung selama beberapa jam.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia melaporkan gelombang tsunami setinggi 0,19 meter terdeteksi sejauh ini.