"Saya pikir bumi akan terbelah di bawah kaki saya," katanya sambil menangis sambil menggendong putranya yang berusia 7 tahun.
AFAD pada Senin, melaporkan, korban tewas akibat gempa dua minggu lalu naik menjadi 41.156 di Turki. Diperkirakan jumlah itu akan meningkat dengan 385.000 apartemen diketahui telah hancur atau rusak parah dan banyak orang masih hilang.
Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pekerjaan konstruksi di hampir 200.000 apartemen di 11 provinsi yang dilanda gempa di Turki akan dimulai bulan depan.
Badan Kesehatan Seksual dan Reproduksi PBB melaporkan, di antara korban selamat dari gempa bumi adalah sekitar 356.000 ibu hamil. Mereka sangat membutuhkan akses ke layanan kesehatan.
Mereka termasuk 226.000 di Turki dan 130.000 di Suriah. Bahkan, sekitar 38.800 di antaranya akan melahirkan bulan depan.
Banyak dari mereka berlindung di kamp atau terkena suhu beku dan berjuang untuk mendapatkan makanan atau air bersih.