Gencatan Senjata Gagal, Separatis Armenia yang Tewas Perang dengan Azerbaijan Lebih Dari 950 Orang

Arif Budiwinarto
Separatis Armenia yang tewas setelah runtuhnya dua gencatan senjata bertambah menjadi lebih dari 950 orang dalam konflik Nagorno-Karabakh. (foto: AFP)

Klaim berbeda dilontarkan pemerintah etnis Armenia dan Azerbaijan. Pemerintah etnis Armenia di Nagorno-Karabakh menyebut pasukannya berupaya menangkis serangan Azerbaijan, bukan memulai serangan.

Sedangkan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, mengatakan militernya bersedia menghentikan serangan dengan syarat separatis Armenia terlebih dulu menyudahi perang.

"Kami siap berhenti bahkan hari ini," kata Aliyev dikutip dari Reuters, Senin (26/10/2020).

"Tapi, sayangnya, Armenia sangat melanggar gencatan senjata. Jika mereka tidak berhenti, kami akan melakukan yang terakhir dengan tujuan membebaskan semua wilayah pendudukan.

Konflik Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1990-an, wilayah tersebut diakui secara internasional milik Azerbaijan akan tetapi dalam pemerintahannya dikuasai oleh separatis Armenia. Setidaknya lebih dari 30.000 orang jadi korban sepanjang konflik dua negara yang telah berlangsung hampir 30 tahun.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Soccer
24 hari lalu

Eliano Reijnders Diincar Klub Azerbaijan, Persib Terancam Kehilangan Pemain Serba Bisa

Internasional
5 bulan lalu

Nah, Kedubes Azerbaijan di Kiev Hancur akibat Terkena Rudal Ukraina bukan Rusia

Internasional
5 bulan lalu

Serangan Rusia ke Ukraina Hancurkan Kedubes Azerbaijan

Internasional
5 bulan lalu

Rusia Ngamuk Gempur Ibu Kota Kiev Ukraina, 6 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal