Gunakan Bahan Kedaluwarsa, 2 Gerai Starbucks di China Ditutup

Umaya Khusniah
Starbucks menutup dua gerainya di China karena dilaporkan memakai bahan kedaluwarsa. (Foto: Ist)

Berita dua gerai menggunakan bahan kedaluwarsa menjadi trending topik di situs media sosial Weibo setelah laporan itu dipublikasikan. Konsumen dan media China menjadi lebih agresif dalam melindungi hak-hak pelanggan dan memantau perilaku merek-merek besar, terutama dari luar negeri.

Laporan pendapatan terbaru perusahaan menunjukkan, China merupakan pasar terbesar untuk Starbucks di luar AS. Jumlahnya mencapai 5.360 gerai pada 3 Oktober. 

Laporan Beijing News mengatakan salah satu toko Starbucks menggunakan cairan matcha kadaluarsa untuk membuat latte, sementara yang lain menjual kue kering yang seharusnya dibuang.

Pada Senin (13/12/2021) sore, topik tanggapan Starbucks terhadap laporan Beijing News telah menerima lebih dari 50 juta tampilan di Weibo. Netizen mengungkapkan kekecewaan dan kekhawatiran atas masalah yang lebih luas.

"Jika Starbucks seperti ini, toko-toko lain benar-benar mengkhawatirkan saya," kata salah satu pengguna Weibo bernama Revario.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
5 hari lalu

China Tegaskan Dukung Palestina, Desak Israel Setop Caplok Tepi Barat

6 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

6 hari lalu

Mentrans Ajak China Riset Kawasan Transmigrasi, Petakan Potensi Ekonomi

8 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal