Guru dan Dosen di Myanmar Ikutan Demonstrasi, Tolak Bekerja untuk Pemerintahan Militer 

Anton Suhartono
Para guru Myanmar berunjuk rasa menentang kudeta serta menolak bekerja untuk pemerintahan militer (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id - Guru dan dosen di Myanmar bergabung dalam unjuk rasa menolak kudeta militer yang menggulingkan Aung San Suu Kyi, Jumat (5/2/2021). Unjuk rasa sebelumnya dilakukan tenaga medis, pegawai negeri sipil dan swasta, dan mahasiswa. 

Para dosen menolak bekerja di bawah pemerintahan militer yang baru.  Mengenakan pita merah dan mengacungkan tiga jari ke atas sebagai simbol protes, puluhan dosen dan guru berkumpul di depan kampus Universitas Pendidikan Yangon.

“Kami tidak menginginkan kudeta militer ini, yang secara tidak sah merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih,” ujar seorang dosen, Nwe Thazin Hlaing, dikutip dari Reuters, Jumat (5/2/2021).

“Kami tidak akan bekerja dengan mereka. Kami ingin kudeta militer gagal,” kata dia, dikelilingi staf lain yang ikut memberikan hormat tiga jari.

Simbol salut tiga jari mengarah ke atas dengan telapak tangan membelakangi dikenal berkat film Hunger Games. Namun, dalam beberapa tahun terakhir digunakan para pengunjuk rasa yang menentang pemerintahan otoriter.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Prabowo Ungkap Rencana Rekrutmen Guru Kembali ke Pusat, Ini Alasannya

9 hari lalu

Brutal, Polisi di Thailand Tembak Mati Istri di Sekolah saat Mengajar TK

11 hari lalu

Tok! MK Tolak Permohonan Guru Dilibatkan Awasi MBG dengan Insentif Rp2 Juta

12 hari lalu

Profil Joheirry Mola, Miss World 2026 yang Ternyata Guru sekaligus Jurnalis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal