Guru di Prancis Dibunuh Setelah Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Pelaku Remaja 18 Tahun

Anton Suhartono
Presiden Emmanuel Macron mengunjungi sekolah tempat guru yang dibunuh mengajar (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Pria di Prancis yang dituduh membunuh seorang guru karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya merupakan remaja 18 tahun. Dia ditembak mati polisi tak lama setelah kejadian.

Ramaja itu diketahui lahir di Moskow, Rusia, namun keluarganya berasal dari Chechnya.

Sumber di pengadilan Prancis, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (17/10/2020), mengatakan, total ada sembilan orang yang ditahan, termasuk remaja 18 tahun.

Lima orang lagi telah ditahan atas pembunuhan pada hari Jumat di luar Paris, termasuk orangtua dari seorang siswa di sekolah tempat guru itu mengajar. Sebelumnya polisi menangkap empat orang.

Seperti diberitakan, pelaku membunuh guru bidang studi sejarah itu dengan menggorok lehernya di Conflans Sainte-Honorine, pinggiran kota Paris, Jumat (16/10/2020) sore waktu setempat.

Saat digerebek polisi, pelaku berusaha mengancam petugas dengan mengacungkan pisau sehingga terpaksa ditembak.

Jaksa penuntut menyatakan insiden itu ditangani sebagai pembunuhan terkait terorisme.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Panas! Trump Sebut Macron Segera Lengser sebagai Presiden Prancis

Megapolitan
10 jam lalu

Modus Oknum Guru Cabuli Murid SD di Tangsel: Beri Uang Jajan Rp5.000

Internasional
1 hari lalu

Macron Surati Trump: Apa yang Anda Lakukan terhadap Greenland?

Internasional
3 hari lalu

Heboh, Mata Presiden Prancis Macron Bengkak dan Merah saat Pidato

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal