Habiskan Rp11.317 Triliun, Bisnis Perang Jadi Mesin Uang di Tengah Krisis Global

Anton Suhartono
Di saat banyak sektor terpukul inflasi dan perlambatan ekonomi, bisnis perang justru menjadi mesin uang (Foto: AP)

STOCKHOLM, iNews.id - Dunia mungkin diguncang krisis ekonomi, perang berkepanjangan, dan ketegangan geopolitik, namun satu sektor justru menikmati masa keemasan, industri persenjataan global. Laporan terbaru Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengungkap penjualan senjata dan jasa militer dari 100 perusahaan pertahanan terbesar dunia mencapai 679 miliar dolar AS atau sekitar Rp11.317 triliun sepanjang 2024, angka tertinggi sepanjang sejarah.

Di saat banyak sektor terpukul inflasi dan perlambatan ekonomi, bisnis perang justru menjadi mesin uang, tumbuh 5,9 persen dibandingkan 2023.

Perang Gaza dan Ukraina Jadi Pendorong Utama

Konflik besar yang berlangsung paralel, perang Rusia-Ukraina dan agresi Israel di Gaza, menjadi faktor paling dominan pendorong lonjakan ini. Negara-negara yang terlibat, maupun sekutu-sekutunya, berbondong-bondong membeli amunisi, drone, artileri, sistem pertahanan udara, hingga kapal perang.

SIPRI mencatat permintaan senjata kini bukan hanya untuk memperkuat pertahanan, tetapi juga untuk mengganti persediaan amunisi yang telah habis ditembakkan di dua front perang terbesar dunia.

AS dan Eropa: Pusat Keuntungan Terbesar

Sebagian besar kue keuntungan dinikmati perusahaan-perusahaan Barat.

Amerika Serikat

  • 39 perusahaan masuk daftar 100 besar.
  • 30 di antaranya membukukan kenaikan pendapatan.
  • Total pendapatan sektor mencapai 334 miliar dolar AS, naik 3,8 persen.

Nama-nama seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan General Dynamics terus mendominasi pasar global. Namun, proyek raksasa seperti F-35 dan kapal selam Columbia masih terganggu pembengkakan biaya dan penundaan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
24 jam lalu

Keji! Israel Lukai-Bunuh Warga Palestina Tiap 90 Menit sejak Gencatan Senjata Gaza

1 hari lalu

Serangan Bom Rusia Hantam Bus Penuh Penumpang di Ukraina, 30 Orang Tewas

1 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

2 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal