Ketidakjelasan ini memicu kritik terhadap transparansi pemerintah AS dalam mengungkap biaya perang. Sejumlah pihak menilai angka resmi tersebut hanya mencerminkan sebagian kecil dari beban finansial yang sebenarnya harus ditanggung.
Lebih jauh, laporan juga menyebutkan setidaknya sembilan pangkalan militer AS di Timur Tengah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan balasan Iran. Serangan Iran merusak fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar.
Kerusakan bukan hanya pada bangunan, namun juga sistem pertahanan canggih dan peralatan militer bernilai tinggi.
Pentagon belum memiliki estimasi final terkait total biaya pemulihan. Proses penghitungan masih berlangsung, seiring upaya menentukan fasilitas mana saja yang harus dibangun ulang atau diperbaiki.