Harga Minyak Dunia Turun usai AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Kapal Tanker

Aditya Pratama
Harga minyak dunia turun lebih dari 1 persen saat investor menimbang risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz dan rencana pelonggaran sanksi AS. (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia turun lebih dari 1 persen pada perdagangan awal Kamis (15/10/2026). Investor menimbang risiko gangguan pasokan akibat serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dengan upaya Amerika Serikat (AS) menekan biaya pengiriman minyak melalui kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap kapal tertentu.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,39 dolar AS atau 1,31 persen menjadi 104,67 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,02 dolar AS atau 1,07 persen menjadi 94,07 dolar AS per barel.

Pada sesi sebelumnya, harga WTI sempat mencapai level tertinggi dalam tiga pekan. Kenaikan itu terjadi setelah kelompok Houthi menyerang kantor pusat Saudi Aramco dan Iran menyatakan akan menggunakan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz serta mempertahankan harga minyak tetap tinggi.

Serangan di sekitar jalur perairan strategis itu meningkat selama 10 hari terakhir. Iran menyatakan akan meningkatkan serangan sebagai respons terhadap blokade AS di pelabuhan-pelabuhannya dan sanksi lebih ketat yang diberlakukan bulan lalu.

Perang Iran telah mengganggu pelayaran dan mendorong biaya angkutan mencapai rekor tertinggi. Untuk meredakan tekanan harga, pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap kapal-kapal yang dikenal sebagai shadow fleet.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
15 jam lalu

Daftar 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia, Siapa Nomor 1?

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih di Tengah Memanasnya Konflik Houthi-Arab Saudi

2 hari lalu

Balas Dendam! Pasukan Arab Saudi Gempur Basis Houthi di Yaman, Incar Kilang Minyak

2 hari lalu

Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi 112,81 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal