Kapal-kapal tersebut sebelumnya digunakan untuk mengangkut minyak dan produk petroleum dari sejumlah negara, termasuk Rusia, Iran, dan Venezuela. Seorang pejabat AS mengatakan pembahasan terbaru berpusat pada kemungkinan mengizinkan pengangkutan minyak yang sah menggunakan kapal-kapal yang sebelumnya dikenai sanksi.
Sementara itu, peningkatan produksi dari Rusia dan kawasan Timur Tengah turut menahan kenaikan harga minyak. Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan produksi minyak mentah Rusia naik 65.000 barel per hari pada September menjadi 8,43 juta barel per hari.
Meski meningkat secara bulanan, produksi Rusia masih lebih rendah 870.000 barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. IEA juga mencatat ekspor minyak mentah dari negara-negara produsen di kawasan Teluk Timur Tengah naik 4,4 juta barel per hari pada September, mencapai sekitar 75 persen dari level sebelum perang.
Di AS, persediaan minyak mentah dan minyak distilat turun pada pekan lalu, sedangkan stok bensin meningkat. Informasi tersebut disampaikan sumber pasar pada Rabu dengan mengutip data American Petroleum Institute (API).
Persediaan minyak mentah AS tercatat turun 11,1 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Oktober. Penurunan itu jauh lebih besar dibandingkan perkiraan para analis yang disurvei Reuters.