Sebagai gambaran, lubang terdalam yang pernah dibuat manusia adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia dengan kedalaman sekitar 12,3 kilometer. Proyek tersebut membutuhkan waktu hampir 20 tahun untuk diselesaikan, sehingga menunjukkan betapa sulitnya mencapai kedalaman yang menjadi sumber gempa bumi besar.
Spekulasi mengenai gempa buatan manusia mencuat setelah seorang pengguna media sosial X mengunggah klaim bahwa gelombang seismik yang terekam berasal dari ledakan, bukan gempa alami. Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 3 juta kali hingga Kamis (6/8/2026).
Meski banyak pengguna media sosial yang membantah klaim tersebut, narasi bahwa gempa Kumamoto merupakan hasil rekayasa manusia terus bermunculan setiap hari dengan puluhan ribu penyebutan.
Maraknya teori tersebut bahkan mendorong Komunitas Seismologi Jepang membuat bagian Frequently Asked Questions (FAQ) di situs resminya sejak Maret lalu. Dalam penjelasan itu, para ahli menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada teknologi yang memungkinkan manusia menciptakan gempa bumi sebesar M7,1 seperti yang terjadi di Kumamoto.
Gempa M7,1 yang mengguncang Kumamoto pada 28 Juli lalu juga memicu peringatan tsunami dan mengakibatkan hampir 40 orang meninggal dunia.