CEO Sabcobel Stephan Moelans mengatakan, insiden tersebut merupakan serangan siber. Perusahaan bekerja sepanjang waktu untuk memutus sambungan unit yang terkena dampak dari jaringan.
Dia menjelaskan, sejak serangan di Prancis pada awal Oktober, perusahaan berupaya untuk melindungi lemari es dari serangan. Namun unit-unit tersebut membutuhkan modifikasi fisik, bukan hanya pembaruan software.
Sebagian besar supermarket di seluruh Eropa terhubung ke internet, sehingga pemeliharaan serta pemecahan masalah dapat dilakukan dari jarak jauh.
"Solusi paling sederhana adalah mengelola lemari es melalui koneksi internet yang aman. Sebagian besar pelanggan kami beralih ke cara itu setelah serangan Prancis," ujarnya, seperti dilaporkan kembali BBC, Selasa (3/11/2026).
Belum jelas siapa yang berada di balik serangan terbaru ini.
Pihak berwenang AS juga menyelidiki penyebab kerusakan sistem pendingin sejumlah pangkalan militer pada Agustus dan bekerja sama dengan pejabat Prancis untuk memeriksa apakah insiden tersebut berkaitan.