Helikopter Jatuh, 7 Orang Tewas termasuk 1 Kolonel AU

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi helikopter jatuh. (Foto: AFP)

Sementara, enam penumpang lainnya terdiri atas tiga penerbang dan tiga orang yang bertugas di ketentaraan.

Pangkalan operasi di Filipina Selatan didirikan sebagai bagian dari upaya Manila memberantas Tentara Rakyat Baru atau NPA—kelompok bersenjata bagian dari Partai Komunis Filipina. Kelompok pemberontak telah terlibat konflik intensitas rendah dengan Pemerintah Filipina sejak 1969. 

Pasukan pemberontak itu diperkirakan berjumlah sekitar 5.000 orang, turun dari jumlah tertingginya sebanyak 20.000 yang tersebar di seluruh Filipina pada awal 1980-an.

Pemerintah memerintahkan operasi intensif terhadap NPA, setelah kelompok itu mengumumkan pada bulan ini bahwa mereka menghidupkan kembali regu pembunuh kota untuk menargetkan para pejabat yang dikatakan telah melakukan “kejahatan terhadap publik”.

NPA menyatakan rencananya membentuk “tim partisan” untuk melakukan pembunuhan terarah di kota-kota. “Tim partisan” itu mengacu pada regu khusus Partai Komunis Filipina yang pernah menebar teror pada era 1980-an, selama rezim korup diktator Ferdinand Marcos berkuasa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Momen Horor Helikopter Pemadam Kebakaran Tabrakan di Udara hingga Meledak, 2 Kru Selamat

10 hari lalu

7 Warga Keturunan Filipina di Bitung Dapat Status WNI usai Bertahun-tahun Tak Punya Kejelasan

21 hari lalu

Filipina Murka, China Gambarkan Rakyatnya sebagai Monyet dalam Video AI

1 bulan lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal