Hilang Kontak, Pesawat Luar Angkasa India 'Hard Landing' di Kutub Selatan Bulan

Anton Suhartono
Jurnalis India meliput proses pendaratan Vikram di Bulan dari pusat kendali di Bangalore pada 7 September (Foto: AFP)

Perdana Menteri Narendra Modi turut menyaksikan momen yang seharusnya menjadi sejarah bagi India yang untuk pertama kalinya mendaratkan misi ke Bulan.

Awalnya proses menjelang pendaratan Vikram berjalan sesuai rencana dan kondisinya teramati normal. Namun semuanya berubah saat Vikram berada di ketinggian 2,1 kilometer di atas Kutub Selatan Bulan.

"Selanjutnya komunikasi dari pesawat ke stasiun Bumi hilang. Data sedang dianalisis," katanya, saat itu.

Sebelumnya ISRO menyatakan bahwa proses pendaratan merupakan bagian yang paling rumit karena pesawat harus melakukan beberapa manuver yang kompleks. Sivan menyebutnya dengan istilah 'teror 15 menit'.

Pesawat Chandrayaan-2 meluncur pada 22 Juli 2019. Itu merupakan peluncuran kedua setelah sepekan sebelumnya Chandrayaan-2 batal diluncurkan dalam hitung mundur 56 menit karena masalah teknis.

Saat ini Chandrayaan-2 masih berada di orbit dan akan tetap menjalankan tugas mengelilingi Bulan selama sekitar 1 tahun. Pesawat ini juga akan mengambil gambar permukaan Bulan, mencari tanda-tanda keberadaan air, dan mempelajari atmosfer.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Sains
1 hari lalu

Keajaiban Alam, Fenomena Wolf Moon Bakal Hiasi Langit Indonesia 3 Januari 2026

Internasional
8 hari lalu

Cemburu, Suami Bakar Istri hingga Tewas di Hadapan Anak-Anak

Internasional
8 hari lalu

Rusia, China, dan Amerika Berlomba Pergi ke Bulan, Apa yang Dicari?

Internasional
9 hari lalu

Dokter yang Viral karena Pukuli Pasien di Tempat Tidur RS Diskorsing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal