Hizbullah Ungkap 5.000 Pejuangnya Tewas tapi Siap Perang Lagi Lawan Israel

Anton Suhartono
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengungkap jumlah korban besar yang diderita kelompoknya dalam perang melawan Israel tahun lalu (Foto: AP)

Namun Qassem menolak seluruh gagasan tersebut, dengan menegaskan bahwa akar masalah adalah agresi Israel yang tak pernah berhenti.

"Selesaikan dulu agresi mereka, baru kita bicara soal senjata," ujarnya.

Perang Berdarah, tapi Semangat Tak Luntur

Pengakuan jumlah korban tewas dan luka dari Hizbullah ini menjadi bukti bahwa perang November 2024 silam membawa dampak besar. Perang itu juga menewaskan pemimpin legendaris Hizbullah, Hassan Nasrallah, pendahulu Qassem.

Meski begitu, Hizbullah menunjukkan sikap pantang mundur. Qassem menyebut organisasinya tetap solid, persenjataan telah dipulihkan, dan seluruh struktur komando dalam kondisi siap tempur.

Pernyataan ini jelas menjadi sinyal bagi Israel dan sekutunya bahwa ketegangan di perbatasan Lebanon bisa meledak sewaktu-waktu, jika diplomasi gagal meredakan situasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Perang Timur Tengah Semakin Meluas, Rusia Usulkan Moratorium Serangan

Internasional
19 jam lalu

Tak Bisa Dicegat, Rudal Hipersonik Iran Hantam Gedung Kementerian Pertahanan Israel

Internasional
20 jam lalu

Diancam Trump karena Tolak Bantu Serang Iran, Spanyol: Kami Bukan Bawahan AS

Internasional
1 hari lalu

Ngeri! Iran Ancam Hancurkan Fasilitas Nuklir Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal