Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid tersebut menjadi serangan Houthi paling mematikan di wilayah Saudi dalam lebih dari 10 tahun. Gempuran itu berlangsung di tengah meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.
Dari 12 korban tewas dalam serangan pada Sabtu sore waktu setempat, empat orang merupakan warga Saudi. Delapan korban lainnya berasal dari Amerika Serikat (AS), Bangladesh, Mesir, Yordania, dan Sudan.
Ancaman Meluas ke Bandara Dammam
Ancaman terhadap infrastruktur penerbangan Saudi juga muncul di wilayah timur negara tersebut. Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan sebuah proyektil jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Provinsi Timur.
Koalisi tersebut juga menyatakan telah mencegat sebuah drone di wilayah itu pada Minggu. Namun, belum ada keterangan dalam laporan tersebut yang memastikan proyektil dan drone itu merupakan bagian dari serangan yang sama dengan gempuran terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Perkembangan ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan di Arab Saudi setelah Houthi secara terbuka memperingatkan maskapai dan pelancong agar tidak menggunakan bandara maupun wilayah udara negara tersebut.