Namun kekhawatiran itu dibantah Direktur Institute of Population Health di King’s College, London, Kenji Shibuya, yang juga membantu program imunisasi Covid di Jepang.
Menurut dia, mutasi hanya terjadi pada orang yang mengalami gangguan dalam kekebalan tubuh.
"Mutasi terjadi ketika virus berada pada orang yang mengalami gangguan kekebalan atau mereka yang telah diimunisasi dalam jangka waktu lama," kata Shibuya.
Dia bahkan membandingkan, situasi di Jepang saat ini justru lebih berbahaya ketimbang pada Olimpiade Tokyo nanti.
Pada Rabu, surat kabar Asahi Shimbun yang menjadi media partner Olimpiade Tokyo mengeluarkan editorial yang mendesak pesta olahraga sejagad itu dibatalkan. Namun mantan Wakil Presiden IOC Dick Pound mengatakan Olimpiade harus dan akan terus dilanjutkan.
Anggota IOC John Coates mengatakan Olimpiade bahkan bisa tetap digelar meskipun Jepang memberlakukan keadaan darurat.