Ikuti Sekutu Barat, Jepang Kirim Bantuan Militer Berupa Rompi Anti-Peluru ke Ukraina

Umaya Khusniah
Kepala Sekretaris Kabinet Pemerintah, Hirokazu Matsuno. (Foto: asia.nikkei.com)

Perang Rusia di Ukraina dimulai pada Kamis, 24 Februari. Hal itu memicu kemarahan internasional. Uni Eropa, AS, dan Inggris dan sejumlah negara lain menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.

Banyak negara juga telah mempersenjatai Ukraina untuk melawan tentara Rusia. Mereka mengirimkan bantuan militer hingga tentara.

Menurut angka PBB, 227 warga sipil telah tewas dan 525 terluka di Ukraina sejak awal perang. Namun, pihak berwenang Ukraina menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 2.000 orang.

Badan Pengungsi PBB melaporkan, lebih dari 1 juta orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas 50 Hilang

3 hari lalu

Kasus WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korbannya Warga Sipil hingga Eks TNI-Polri

3 hari lalu

2 WNI Peserta Magang Tewas di Pantai Jepang, Jatuh ke Laut saat Mancing

5 hari lalu

AS Ngotot Undang Putin ke KTT G20 meski Ditolak Negara-Negara Eropa, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal