Rudal jelajah supersonik BrahMos dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal, pesawat atau darat. Rudal tersebut dikembangkan sebagai bagian dari usaha patungan yang diluncurkan pada 1998 antara DRDO dan NPO Mashinostroyeniya Rusia.
India melakukan uji coba rudal varian angkatan laut pada 11 Januari.
Beberapa hari kemudian, Filipina mengaku telah menyelesaikan kesepakatan senilai 375 juta Dolar AS untuk memperoleh sistem rudal anti-kapal BrahMos dari New Delhi.
"Berdasarkan kesepakatan itu, India dan Brahmos Aerospace akan mengirimkan tiga baterai, operator kereta api dan pengelola, dan memberikan dukungan logistik," kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dalam sebuah pernyataan pekan lalu.