Indonesia Akan Berkontribusi Selesaikan Konflik Myanmar

Anton Suhartono
Antara
Retno Marsudi (Foto: Kemlu RI)

Komisi pemilihan umum Myanmar (UEC) menepis adanya kecurangan pemilu sebagaimana dituduhkan partai oposisi maupun militer. Partai Suu Kyi, NLD, memenangkan pemilu pada November 2020 dengan merebut 346 kursi, lebih dari 50 persen dari jumlah total kursi parlemen.

Setelah itu militer menerapkan keadaan darurat selama setahun dan menunjuk Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Min Aung Hlaing sebagai pemimpin sementara sampai terbentuk pemerintahan baru hasil pemilu berikutnya.

Namun dalam konferensi pers pertama, Selasa, militer Myanmar menepis telah melakukan kudeta. 

Juru bicara pemerintah Zaw Min Tun mengatakan, militer terpaksa merebut kepemimpinan negara karena adanya kecurangan pemilu. Desakan militer agar pemerintahan Suu Kyi menyelidiki kecurangan pemilu tak diindahkan.

Min Tun melanjutkan, pemerintahan militer segera menyerahkan kepemimpinan Myanmar kepada pemenang pemilu selanjutnya.

"Tujuan kami adalah mengadakan pemilu dan menyerahkan kekuasaan kepada partai pemenang," kata Min Tun.

Militer belum memberikan kepastian waktu kapan pemilu akan digelar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Buletin
7 hari lalu

Presiden Prabowo Kumpulkan Mantan Menlu di Istana, Bahas Geopolitik Strategis

Nasional
7 hari lalu

Prabowo Undang Eks Menlu ke Istana Sore Ini, Marty Natalegawa hingga Retno Marsudi Hadir 

Muslim
8 hari lalu

Al Quran Bahasa Isyarat Indonesia Curi Perhatian Dunia di Pameran Buku Kairo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal