LONDON, iNews.id - Inggris harus menyuntik 2 juta warga setiap pekan untuk menghindari gelombang ketiga wabah virus corona. Negara itu mengalami lonjakan kasus Covid-19 salah satunya dipicu virus corona varian baru yang lebih menular.
Studi yang diungkap London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) menyebutkan, langkah itu merupakan antisipasi yang paling mungkin dilakukan untuk membendung lonjakan drastis lebih lanjut.
"Skenario intervensi paling ketat terkait penerapan level 4 di seluruh Inggris dengan penutupan sekolah sepanjang Januari, vaksinasi 2 juta orang setiap pekan merupakan satu-satunya skenario yang kami pertimbangkan bisa mengurangi beban ICU sebagaimana terjadi saat gelombang pertama," demikian hasil studi, dikutip dari Reuters, Selasa (29/12/2020).
Disebutkan, jika Inggris tak melakukan vaksinasi Covid-19 masif, kasus infeksi, kematian, rawat inap, dan ICU, bisa menlonjak lagi pada 2021, bahkan lebih parah dibandingkan 2020.
Inggris sejauh ini mengonfirmasi lebih dari 2,3 juta kasus Covid-19, sebanyak 71.000 di antaranya meninggal dunia.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson serta penasihat kesehatannya mengatakan, virus corona varian baru bisa menular 70 persen lebih mudah dibandingkan versi reguler. Ini memicu lonjakan kasus di Inggris.