Inggris Prihatin karena Israel Bakal Serang Rafah, Benteng Perlindungan Terakhir Warga Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Saat ini, diperkirakan ada 1,9 juta warga Gaza yang mengungsi di Rafah. (Grafis: iNews.id)

LONDON, iNews.id – Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, menyatakan keprihatinannya atas rencana operasi darat Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan. Dia pun mendesak kedua pihak yang berkonflik segera mengakhiri pertempuran.

Israel telah menggempur Rafah selama beberapa hari sebagai bagian dari persiapan serangan darat zionis yang bertujuan untuk melenyapkan Hamas. Padahal, kota itu adalah tempat perlindungan terakhir bagi lebih dari satu juta warga Palestina yang diminta mengungsi ke bagian selatan Jalur Gaza selama empat bulan terakhir akibat operasi militer Israel.

“Sangat prihatin dengan kemungkinan serangan militer di Rafah, lebih dari separuh penduduk Gaza berlindung di wilayah tersebut,” cuit Cameron di platform media sosial X (Twitter), Sabtu (10/2/2024).

Dia menuturkan, yang harus menjadi prioritas saat ini adalah penghentian segera dalam pertempuran untuk mendapatkan bantuan bagi para pengungsi dan dibebaskannya para tawanan Israel dari Gaza. Berikutnya, hal itu mesti diikuti dengan kemajuan menuju gencatan senjata yang berkelanjutan dan permanen di wilayah kantong Palestina tersebut.

Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan para sekutu Barat Israel lainnya telah mengkritik pemerintah zionis di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena memerintahkan operasi darat di Rafah. Serangan terhadap kota yang padat penduduk tersebut dapat menimbulkan bencana kemanusiaan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Garda Revolusi Iran Berjanji Bunuh Netanyahu: Akan Kami Buru!

Internasional
12 jam lalu

Israel Tutup Masjid Al Aqsa 2 Minggu, Pertama Sejak Perang 1967

Internasional
13 jam lalu

Bom Klaster Iran Mengerikan, Israel Waswas Kehabisan Rudal Pencegat

Internasional
15 jam lalu

Nah, Israel Ngeluh ke AS Mulai Kehabisan Rudal untuk Cegat Serangan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal