Starmer menambahkan, AS akan menggunakan pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan spesifik dan terbatas, yaitu menghancurkan rudal Iran di sumbernya.
"Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman tersebut adalah dengan menghancurkan rudal-rudal tersebut di sumbernya, di depot penyimpanannya, atau peluncur yang digunakan untuk menembakkan rudal-rudal tersebut," kata Starmer.
Starmer menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan hukum internasional. Pemerintah Inggris bahkan merilis ringkasan nasihat hukum yang menjadi dasar keputusan itu, dengan argumentasi bahwa penggunaan kekuatan diperbolehkan dalam kerangka pembelaan diri jika ancaman bersenjata sedang berlangsung dan respons yang diambil bersifat perlu serta proporsional.
Keputusan ini memicu reaksi beragam di dalam negeri. Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, menyebut langkah tersebut "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali". Dia menyindir Starmer sebagai pengikut, bukan pemimpin.
Sementara itu, Pemimpin Partai Hijau Zack Polanski mengutuk keputusan tersebut dan menuding pemerintah menyeret Inggris ke perang ilegal lain di Timur Tengah.
Bulan lalu, pemerintah Inggris dilaporkan belum memberikan izin bagi AS untuk memakai pangkalan militernya dalam potensi serangan terhadap Iran. Namun Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan penggunaan RAF Fairford dan Diego Garcia mungkin diperlukan apabila Iran menolak membuat kesepakatan.