“Menjadi tuan rumah G20 di Manchester tahun depan akan menjadi kesempatan untuk menampilkan berbagai hal terbaik yang ditawarkan oleh masyarakat dan industri Inggris dari seluruh penjuru negeri,” kata Haigh dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Inggris terakhir kali menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2009. Saat itu, para pemimpin dunia berkomitmen menyediakan tambahan dana 1,1 triliun dolar AS untuk membantu perekonomian global menghadapi krisis keuangan serta memulihkan kredit, pertumbuhan, dan lapangan kerja.
G20 terdiri atas 19 negara dengan perekonomian terbesar dunia, termasuk Indonesia, bersama Uni Eropa dan Uni Afrika. Secara keseluruhan, anggota forum tersebut mencakup sekitar 85 persen produk domestik bruto global, 75 persen perdagangan internasional, dan dua pertiga populasi dunia.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan Presidensi G20 Inggris dapat menjadi momentum untuk memperdalam Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris.
“Indonesia menyambut Inggris dan dunia dengan hangat di Bali saat Kepemimpinan Indonesia pada forum G20 tahun 2022. Tahun depan, giliran kami membalas keramahtamahan tersebut, seiring Inggris dan Manchester menyambut Indonesia dengan hangat,” ungkapnya.
Menurut Jermey, Presidensi G20 Inggris juga membuka ruang untuk melanjutkan kerja sama kedua negara di bidang pertumbuhan ekonomi dan ketahanan, keamanan dan perdamaian, serta isu sosial.
“Kepemimpinan Inggris pada forum G20 tahun 2027 akan menjadi kesempatan penting untuk memperdalam Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris, dengan melanjutkan kerja sama di bidang pertumbuhan ekonomi dan ketahanan, keamanan dan perdamaian, masyarakat dan sosial, sekaligus mengatasi tantangan global dan menciptakan peluang yang berarti bagi masyarakat di kedua negara kita,” terang Jermey.