"Ibu kota negara saya menjadi sasaran serangan berbahaya yang menargetkan kediaman keluarga para pemimpin Hamas dan delegasi negosiasi mereka," kata Sheikh Tamim, dalam pidato, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (16/9/2026).
Sheikh Tamim menyerukan langkah-langkah konkret untuk mengatasi kegilaan kekuasaan, arogansi, dan obsesi haus darah pemerintah Israel.
Dia menegaskan, serangan terhadap para mediator membuktikan bahwa Israel tidak memiliki keinginan pada perdamaian, bahkan berusaha menggagalkan upaya negosiasi untuk mengakhiri perang di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 64.800 warga Palestina.
Emir Qatar juga memperingatkan visi ekspansionis Israel di kawasan yang berulang kali mengebom Lebanon, Suriah, dan Yaman. Israel juga telah merebut tanah Suriah dan menolak menarik pasukannya dari Lebanon selatan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bermimpi menjadikan kawasan Arab seagai lingkup pengaruh Israel,
"Ilusi yang berbahaya," kata Sheikh Tamim.