Bailey melanjutkan, dilihat dari kondisi heli yakni terbagi menjadi dua bagian, kemungkinan baling-baling di ekor terkena rotor utama di depan.
“Tampak dari helikopter yang terbagi menjadi dua bagian, rotor ekor kemungkinan besar terpotong. Hal itu disebabkan baling-baling utama yang mengenai ekor,” ujarnya.
Hal itu bisa terjadi disebabkan gaya aerodinamis yang tercipta saat pilot bermanuver untuk mendaratkan helikopter atau mungkin karena masalah teknis.
Kemungkinan lain, kata dia, adalah permasalahan pada rotor ekor yang membuat helikopter melaju tak terkendali atau berputar.
“Jika kita melihat gerakan spiral di mana helikopter berputar 360 derajat, searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam, itu bisa menunjukkan bahwa rotor ekornya rusak, dan akan lepas kendali," tuturnya.