Ini Pernyataan Presiden Kolombia Petro yang Bikin Diusir dari Amerika

Anton Suhartono
Gustavi Petro menyerukan tentara AS untuk membangkang perintah Presiden Donald Trump, khususnya terkait perang di Gaza (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Kolombia kembali memanas setelah Presiden Kolombia Gustavo Petro melontarkan seruan kontroversial di New York. Pernyataan Petro dianggap menghasut, membuat Washington geram hingga mengumumkan akan mencabut visanya.

Dalam demonstrasi pro-Palestina di luar Markas Besar PBB, New York, Jumat (26/9/2025), Petro berorasi lantang di hadapan massa. Dia menyerukan tentara AS untuk membangkang perintah Presiden Donald Trump, khususnya terkait perang di Gaza.

“Langgar perintah Trump. Patuhi perintah kemanusiaan!” teriak Petro, seperti dikutip dari Reuters.

Seruan yang Mengguncang Washington

Bagi Pemerintah AS, pernyataan Petro dianggap sangat berbahaya. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menuding pemimpin Kolombia itu menghasut kekerasan serta mendorong pembangkangan militer di jantung New York.

“Kami akan mencabut visa Petro karena tindakannya yang sembrono dan menghasut,” bunyi pernyataan Deplu AS, melalui unggahan di media sosial X.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal