TEHERAN, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) menyerang sebuah rumah di Iran yang sedang menggelar resepsi pernikahan pada Selasa (1/9/2026) malam. Serangan itu menewaskan lima orang dan melukai 50 lainnya.
Stasiun televisi pemerintah Iran IRIB mengungkap hasil penyelidikan otoritas mengenai serangan tersebut.
Puing-puing yang ditemukan dari rumah yang diserang kemungkinan besar berasal dari senjata buatan AS, yakni AGM-154 Joint Standoff Weapon, amunisi luncur berpemandu.
Serangan tersebut menewaskan lima orang, termasuk seorang bocah berusia 4 tahun bernama Amirali.
Dalam video yang dirilis Komando Pusat (Centcom) AS terkait serangan ke Iran terungkap, jet tempur F/A-18 Super Hornet sedang dipasangi amunisi serupa.
Rumah yang menjadi sasaran berjarak 200 meter dari menara komunikasi. Serangan tersebut tidak mungkin merupakan kesalahan mengingat akurasi amunisi tersebut.
Secara terpisah, pemakaman diadakan di Aghajari, Provinsi Khuzestan, untuk enam orang yang menurut IRIB tewas dalam serangan lainnya.