Intelijen AS pun Tak Tahu Potensi Serangan Bom di Sri Lanka

Anton Suhartono
Gereja St Anthony di Kolombo porak-poranda diguncang bom (Foto: AFP)

KOLOMBO, iNews.id - Sri Lanka masih berupaya mengusut jaringan pelaku serangan bom yang mengincar empat hotel dan tiga gereja pada Minggu (21/4/2019). Sejauh ini tuduhan dilempar kepada kelompok militan lokal Jamaah Tauhid Nasional (NTJ).

Kepala kepolisian Sri Lanka sebelumnya mengakui menerima laporan dari intelijen asing mengenai potensi serangan teror yang dilakukan NTJ dengan mengincar gereja-gereja besar serta kantor Komisi Tinggi India di Kolombo. Namun pihak keamanan gagal mengantisipasi, bahkan Sri Lanka diguncang hingga delapan ledakan.

Sejauh ini, sebanyak 321 orang tewas dengan korban terbanyak berasal dari tiga gereja, yakni di Kota Kolombo, Negumbo, dan Batticaloa. Sisanya merupakan pegawai dan tamu di tiga hotel yakni Grand Cinnamon, Shangri-la, dan Kingsburry. Pelaku meledakkan satu bom lagi di satu hotel namun tak sampai menimbulkan korban dari tamu karena aksinya lebih dulu terendus petugas.

Kepolisian memang tak mengungkap dari mana sumber informasi mengenai serangan NTJ itu berasal, namun tampaknya bukan dari Amerika Serikat (AS), negara yang diketahui memiliki jaringan mata-mata kuat, termasuk di Asia. Bahkan beberapa warga AS turun menjadi korban ledakan bom.

Beberapa sumber pejabat AS yang dikonfirmasi The Washington Post mengatakan tak mengetahui informasi tentang potensi serangan di Sri Lanka. Mereka akan memberi tahu pemerintah negara itu jika memang mengetahuinya sedari awal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 jam lalu

Kurangi Kebergantungan dari AS, Kanada Batalkan Pembelian 88 Jet Tempur F-35?

3 jam lalu

Trump Bentuk Gugus Tugas AI Pasukan Super Intelligence

4 jam lalu

Perang Lawan AS Bakal Panjang, Iran Siapkan Rudal Jarak Jauh

5 jam lalu

Alasan AS Pindahkan Semua Pesawat Pengebom dari Inggris, B-1 hingga B-52

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal