Investigasi Ungkap Kemenkes Iran Sengaja Sembunyikan Data Infeksi Covid-19

Arif Budiwinarto
Seorang pasien yang diduga terinfeksi Covid-19 menjalani perawatan di sebuah RS di Iran (foto: Getty Images)

Dari situ dapat diketahui kasus kematian pertama akibat Covid-19 di Iran terjadi pada 22 Januari 2020. Tanggal ini sebulan sebelum pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai korban Covid-19 pertama di negaranya.

Dalam data tersebut memperlihatkan Teheran, ibu kota Iran, mencatat kasus kematian tertinggi di seluruh negeri dengan 8.120 orang meninggal karena Covid-19 atau gejala sejenisnya.

Kota Qom, lokasi awal Covid-19 merebak di Iran, menjadi lokasi yang paling terdampak dengan rata-rata angka kematian 1 per setiap 1.000 orang. Sedangkan terdapat 1.916 korban meninggal yang diketahui bukan warga negara Iran.

Ini menunjukkan jumlah kematian yang tidak proporsional diantara migran dan pengungsi yang sebagian besar dari negara tetangga, Afghanistan.

Seorang dokter yang namanya disamarkan mengatakan kepada BBC bahwa Kementerian Kesehatan Iran berada di bawah tekanan dari badan keamanan dan intelijen dalam negeri Iran. Oleh karena itu, Kemenkes Iran tak punya pilihan selain "membantah" temuan tersebut.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
9 jam lalu

AS Ancam Bikin Bangkrut Iran: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

2 hari lalu

Trump Klaim Kendalikan Selat Hormuz 100%, Ini Komentar Iran

2 hari lalu

Trump Klaim AS Bikin Iran Tak Berdaya di Selat Hormuz: Mereka Bangkrut!

2 hari lalu

Trump Sebut Iran Tak Sanggup Gaji Tentara: Mereka Inflasi 300%!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal