Investigasi Ungkap Kemenkes Iran Sengaja Sembunyikan Data Infeksi Covid-19

Arif Budiwinarto
Seorang pasien yang diduga terinfeksi Covid-19 menjalani perawatan di sebuah RS di Iran (foto: Getty Images)

Sebelum pandemi Covid-19 menghantam Iran, negara tersebut tengah mengalami sejumlah krisis. Mulai dari embargo senjata, perdagangan, sampai kasus penyerangan Jenderal Qasem Soleimani yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat.

Pemerintah Iran khawatir informasi masifnya penularan Covid-19 justru akan memicu ketidakstabilan dalam negeri.

"Pemerintah Iran cemas dan takut mengenai kebenaran Covid-19. Pemerintah khawatir orang-orang miskin dan pengangguran akan membanjiri jalanan," ujar Dr Nouroldin Pirmoazzen, mantan pegawai Kemenkes Iran.

Pada Juni lalu, dalam pidatonya yang disiarkan jaringan televisi lokal, Presiden Iran Hassan Rouhani melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut 25 juta penduduk Iran telah terinfeksi Covid-19 serta 35 juta lainnya berisiko terjangkit.

Angka 25 juta sama dengan sepertiga dari populasi Iran, dan lebih tinggi daripada jumlah resmi kasus Covid-19 di negara itu yang tercatat 273.788 dengan 14.188 kematian.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
16 jam lalu

Gawat! AS Siapkan Serangan Beberapa Minggu ke Iran Begitu Keluar Perintah dari Trump

Internasional
17 jam lalu

4 Alasan Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei

Internasional
20 jam lalu

Mengenal Rudal Khorramshahr-4 Iran yang Siap Digunakan Perang Lawan AS

Internasional
20 jam lalu

Israel Gagal Yakinkan Trump untuk Serang Iran, Negosiasi Nuklir Tetap Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal