“Kualitas rudal-rudal tersebut telah meningkat secara signifikan, begitu pula dengan jangkauan, daya hancur, dan akurasinya dalam mengenai sasaran,” katanya.
Presiden AS Donald Trump pekan lalu
mengisyaratkan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) yang juga diplesetkan ibu dari segala bom untuk menargrtkan fasilitas nuklir Iran.
Memiliki bobot sekitar 9.800 kg, GBU-43/B merupakan salah satu bom konvensional non-nuklir terbesar dalam persenjataan AS.
Bom ini pertama kali digunakan pada April 2017 untuk menghancurkan kompleks terowongan milik ISIS di Afghanistan.