TEHERAN, iNews.id - Militer Iran mengancam akan menyerang fasilitas energi negara-negara di seluruh Timur Tengah jika Amerika Serikat (AS) terus menyerang infrastrukturnya.
Pusat koordinasi militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, menyatakan jika AS mewujudkan ancamannya, yakni menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), angkatan bersenjata Iran akan memastikan tak ada satu negara pun di kawasan bisa mengekspor setetes minyak.
Disebutkan pula, seluruh fasilitas minyak, gas, listrik, dan ekonomi di seluruh Timur Tengah akan menjadi target serangan.
Khatam Al Anbiya menambahkan, Selat Hormuz juga akan ditutup, tidak ada kapal yang boleh melintasii jalur perairan strategis tersebut kecuali melalui rute yang ditentukan sesuai prosedur yang telah ditentukan sebelumnya.
Ancaman dan serangan AS yang berkelanjutan terhadap Iran hanya akan memperluas cakupan konflik ke seluruh wilayah kawasan, bahkan bisa lebih luas lagi.
AS mengintensifkan serangan di penjuru Iran sejak pekan lalu. Iran membalas dengan menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh negara Teluk ditambah Yordania, Irak, dan Suriah.
Serangan-serangan Iran juga lebih menghancurkan dan mematikan. AS kehilangan tiga prajuritnya di Yordania serta hampir 100 lainnya luka dalam serangan di seluruh Timur Tengah.