TEHERAN, iNews.id - Iran menetapkan tenggat waktu kepada Amerika Serikat (AS) selama satu bulan untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan tidak akan memenuhi permintaan tersebut dan tetap mempertimbangkan opsi militer.
Melansir Turkiye Today, Teheran mengajukan proposal 14 poin yang telah direvisi kepada Washington pada Kamis pekan lalu.
Isi proposal itu menguraikan tenggat waktu yang ketat untuk menyelesaikan isu-isu kunci yang terkait dengan akses maritim, blokade, dan konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran dan Lebanon, menurut media Iran.
Sumber yang mengetahui dokumen tersebut mengatakan, fase awal berfokus pada pengamanan perjanjian kerangka kerja dalam waktu satu bulan.
Setelah tahapan pertama selesai, maka fase kedua akan dimulai, dengan waktu satu bulan lagi pembicaraan yang berpusat pada program nuklir Iran, menurut laporan tersebut, yang sebelumnya ditolak oleh Washington.